Bahan Bakar Pesawat Modern

Bahan Bakar Pesawat Modern

Pesawat moderen membakar minyak tanah untuk menghasilkan tenaga penggerak ke depan yang dibutuhkan untuk menangani tarikan dan menghasilkan daya angkat. Minyak tanah adalah bahan bakar fosil bersama kepadatan daya yang benar-benar baik, memberikan banyak daya per kilogram yang terbakar. Tetapi dikala dibakar, bahan kimia beresiko dilepaskan: terutama karbon dioksida (CO₂), nitrogen oksida (NOₓ), uap air, dan partikel (partikel kecil jelaga, kotoran, dan cairan).

Penerbangan dikenal luas gara-gara jejak karbonnya, bersama kontribusi industri sebesar 2,5% terhadap beban CO₂ international . Sementara sebagian orang mungkin berpendapat bahwa ini bermakna jikalau dibandingkan bersama sektor lain, karbon hanya bertanggung jawab atas sepertiga dari efek iklim penuh penerbangan. Emisi non-CO₂ (terutama NOₓ dan jejak es yang terbuat dari uap air pesawat terbang) merupakan dua pertiga sisanya dilansir dari laman https://www.foxaircraft.com/

Dengan memperhitungkan semua emisi pesawat terbang, penerbangan bertanggung jawab atas lebih kurang 5% perubahan iklim yang disebabkan oleh manusia. Mengingat 89% populasi tidak pernah terbang, permohonan penumpang berlipat ganda tiap-tiap 20 tahun, dan sektor lain mengalami dekarbonisasi lebih cepat, jumlah ini diperkirakan akan meroket.

Bukan hanya karbon
Pesawat menghabiskan sebagian besar waktunya terbang di ketinggian jelajah (33.000 sampai 42.000 kaki) di mana udaranya tipis, untuk meminimalkan hambatan.

Pada ketinggian ini, pesawat NOₓ bereaksi bersama bahan kimia di atmosfer untuk menghasilkan ozon dan menghancurkan metana, dua gas tempat tinggal kaca yang benar-benar kuat. Ozon yang disebabkan oleh penerbangan ini jangan disamakan bersama susunan ozon alami, yang berada jauh lebih tinggi dan melindungi Bumi dari sinar UV yang berbahaya. Sayangnya, emisi NOₓ pesawat menyebabkan lebih banyak pemanasan gara-gara memproduksi ozon daripada pendinginan gara-gara pengurangan metana. Hal ini menyebabkan efek pemanasan bersih yang mencapai 16% dari total efek iklim penerbangan.

Mengapa Industri Penerbangan Harus Melihat Melampaui Karbon Untuk Perubahan Iklim

Penerbangan komersial telah menjadi landasan ekonomi dan masyarakat kita. Ini amat mungkin kami mengangkut barang dan orang bersama cepat ke semua dunia, memfasilitasi lebih dari sepertiga perdagangan international berdasarkan nilai, dan membantu 87,7 juta pekerjaan di semua dunia. Namun, mesin terbang seberat 80 ton yang kami memandang meluncur di langit kami bersama kecepatan supersonik terhitung membawa sebagian beban lingkungan yang serius.

Makalah ulasan tim saya baru-baru ini menyoroti sebagian solusi menjanjikan yang bisa dilakukan industri penerbangan sekarang untuk kurangi bahaya terbang terhadap planet kita. Hanya merubah rute yang kami lalui bisa menjadi kunci pengurangan mencolok efek iklim.

Related Posts

SLOT4D
SLOT DEPOSIT 10 RIBU
https://cornelius.edu.pk/
SLOT 10K
SLOT88
Slot Depo 10K
Slot Minimal Depo 10K
SLOT DEPOSIT VIA DANA
SITUS JUDI SLOT JACKPOT TERBESAR
SLOT SERVER THAILAND
https://hotelarjuna.com/
SLOT88 LOGIN
SLOT 4D
SLOT QRIS
https://wieodailekh.survey.karnali.gov.np/
https://aula.cenesantarosa.edu.pe/
https://aula2022.cenesantarosa.edu.pe/
https://btinternet.cenesantarosa.edu.pe/
https://pagos.cenesantarosa.edu.pe/
https://tvlicensing.cenesantarosa.edu.pe/
https://buloto.kemenagkotagorontalo.web.id/
https://kemenagkotagorontalo.web.id/
https://ptsponline.kemenagkotagorontalo.web.id/
https://super.kemenagkotagorontalo.web.id/
https://mail.sttbkpalu.ac.id/
https://ore.pcl.edu.pk/
https://trilogi-university.ac.id/
https://trilogiuniversity.ac.id/
https://universitastrilogi.ac.id/